HEADLINE

Cerita Anak Ari Vidianto _BEKA DAN BEKI




Cerita Anak Ari Vidianto

BEKA DAN BEKI



Beka dan Beki adalah dua ekor bebek yang bersahabat dari kecil, keduanya bertemu di pinggir sungai. Induk mereka sama-sama pergi entah kemana. Sejak saat itulah mereka selalu berdua dan menjadi sahabat yang setia. 

Di suatu pagi yang disertai rintik hujan, Beka dan Beki mencari makanan. Makanan kesukaan mereka adalah ikan. Seperti biasa mereka pun pergi ke sungai. Ikan-ikan yang ada di sungai itu peliharaan mereka. Ikan-ikan itu cukup untuk persediaan makan mereka sehari-hari.

“ Beki ayo kita berlomba menangkap ikan.?” 

“ Ayo Beka!”

Byuur!

Dua bebek itu menceburkan diri ke sungai yang jernih airnya. Dengan gesit mereka berenang menyusuri arus sungai.

 Sudah mondar-mandir mereka mencari ikan yang besar tetapi tak satu pun yang kelihatan. Yang ada hanya ikan-ikan yang masih kecil. Dan sayang kalau dimakan. Akhirnya mereka berdua keluar dari sungai dan bersandar di bawah pohon pisang.

“ Ki, kenapa tidak ada ikan yang besar ya?”

“ Ya Ka, kok tidak ada ikan yang besar satu pun ya?” 

Beka pun tidak langsung menjawab pertanyaan Beki, kepalanya menengok ke kiri dan kanan. Lalu ia pun menemukan sesuatu.

“ Eh, Ki itu ada bulu siapa ya?

“ Ini seperti bulu angsa,”

Lalu Beka dan Beki mengikuti arah jejak bulu angsa itu, setelah hampir 100 meter mereka berjalan terlihat ada seekor angsa gendut yang sedang tertidur pulas. Sepertinya dia sangat kekenyangan sekali.

“ Jadi dia yang telah mengambil ikan-ikan di sungai,” celetuk Beka.

“ Mungkin juga Ki,”

“ Tapi kita tidak boleh menuduh sembarangan, sebelum ada bukti,” cegah Beka.

Mereka berdua pun segera meninggalkan tempat itu sebelum Si Angsa mengetahui keberadaan mereka.

Malam harinya Beka dan Beki sedang termenung, mereka masih memikirkan tentang Angsa yang gendut itu. Apakah dia yang makan persediaan ikan-ikan mereka.

“ Ki, bagaimana kalau kita buat perangkap?” celetuk Beka.

“ Ya, aku setuju,” seru Beki.

Lalu mereka berdua segera membuat perangkap untuk menjerat pencuri ikan di sungai mereka. Kemudian mereka berdua segera kembali ke sarang mereka.

KECIPAK-KECIPAK! Tiba-tiba terdengar suara yang masuk ke sungai. Beka dan Beki pun segera beranjak ke sumber suara. Dan setibanya mereka di sana, olalala…ternyata ada Angsa yang bertubuh gendut itu. 

“ Hmm…kok sudah tidak ada ikan ya?” katanya.

“ Oh…ternyata benar kamu yang mengambil persediaan ikan-ikan kami?” kata Beka.

“ Ternyata kau mengambil ikan-ikan kami waktu malam?” tambah Beki.

“ Kalau iya memangnya kenapa? Kalian berani melawan saya?” tantang Angsa.

“ Siapa takut,” jawab Beka dan Beki.

“ Ayo kita bertarung,” jawab Angsa. Lalu Angsa pun akan keluar dari sungai, belum sempat naik ke atas tiba-tiba kakinya terjerat tali yang erat. Kakinya di atas dan tubuhnya terombang-ombang seperti kelelawar.

“ Aduuhhh,” pekiknya kesakitan.

“ Hahaha!” akhirnya kau terkena perangkap kami.

“ Lepaskan aku-lepaskan aku,” teriaknya.

“ Makanya kalau mau ikan minta izin dulu pada kami!” seru Beka.

“ Ikan-ikan disini kami yang pelihara,” tambah Beki.

“ Maafkan aku bebek yang baik,” rintih Angsa.

“ Baiklah kami maafkan kamu, tapi sebagia hukumannya kau harus ikut membantu kami merawat ikan-ikan yang ada disini,” kata Beka panjang lebar.

“ Baiklah kawan aku akan membantu kalian berdua,” ucap Angsa.

Lalu mereka bertiga pun merawat ikan dengan bersama-sama dan menjadi sahabat baik yang tak akan terpisahkan.
                                                               TAMAT


TentangPenulis:

Ari Vidianto, lahir di Banyumas, 27 Januari 1984. Bekerja sebagai Guru di SD Negeri 2 Lumbir.Bukunya yang sudah terbit yaitu Ibu Maafkan Aku ( Pustaka Kata, 2015 ) & Wajah-Wajah Penuh Cinta ( Pustaka Kata, 2016 ). 17 buku Antologi  dan banyak karya yang dimuat di Media Massa seperti di Majalah Sang Guru, Ancas,SatelitPost, Tabloid Gaul, Readzone.com, Buanakata.com,Sultrakini.Com, Riaurealita.Com,Duta Masyarakat, Solopos, Radar Mojokerto, Kedaulatan Rakyat dll 

Tidak ada komentar